Lisa BLACKPINK Syuting Netflix di Kota Tua Jakarta
Lisa BLACKPINK tengah menjadi sorotan publik setelah melakukan syuting film Netflix Extraction: Tygo di Kota Tua Jakarta pada 28 Januari hingga 7 Februari 2026. Proses pengambilan gambar film action thriller internasional ini melibatkan aktor papan atas Korea Selatan seperti Ma Dong-seok (Don Lee) dan Lee Jin-uk, menjadikan Indonesia sebagai lokasi strategis produksi film global.
Berdasarkan pengumuman resmi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, syuting berlangsung di beberapa titik strategis termasuk Jalan Kunir, Jalan Cengkeh, dan Jalan Teh dengan penerapan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan. Film Tygo yang merupakan spin-off dari franchise Extraction ini telah menetapkan Indonesia – khususnya Jakarta, Bandung, Bogor, dan Ujung Genteng – sebagai lokasi utama produksi.
Kehadiran produksi film berskala internasional ini menandai momentum penting bagi industri perfilman dan pariwisata Indonesia. Menurut data Netflix yang diumumkan Desember 2025, franchise Extraction telah ditonton lebih dari 90 juta rumah tangga dalam bulan pertama peluncurannya, dengan sekuelnya mencatat 123 juta penayangan dan bertahan di Top 10 Global selama tujuh minggu berturut-turut.
Film Tygo: Debut Film Lisa BLACKPINK Bersama Netflix

Sinopsis dan Konsep Film Extraction: Tygo
Film Tygo merupakan ekspansi dari universe Extraction yang diproduksi oleh Netflix dan AGBO (perusahaan produksi milik Russo Brothers). Berdasarkan informasi resmi dari Netflix yang diumumkan 5 Desember 2025, film ini mengisahkan Tygo (diperankan Ma Dong-seok), seorang mantan tentara anak yang menjadi tentara bayaran dan menjalankan misi balas dendam terhadap dunia kriminal Korea setelah sebuah operasi gagal.
Lisa BLACKPINK (Lalisa Manobal) memerankan karakter Ria, anggota tim Tygo yang sudah seperti keluarga. Dalam pernyataan resminya, Lisa mengungkapkan: “Being in an action movie has always been a dream of mine, so for my film debut to be such an exciting project feels very special.”
Film ini disutradarai oleh Lee Sang-yong, yang sebelumnya menggarap franchise The Roundup. Produksi melibatkan kerja sama antara Big Punch Pictures, AGBO, Nova Film, dan B&C Content.
Jajaran Pemain dan Tim Produksi Berkelas Internasional
Daftar pemain utama Tygo:
- Ma Dong-seok (Don Lee) – sebagai Tygo: Aktor veteran yang dikenal melalui Train to Busan, franchise The Roundup, dan Marvel’s Eternals
- Lisa BLACKPINK – sebagai Ria: Debut film layar lebar setelah tampil di The White Lotus Season 3 (HBO)
- Lee Jin-uk – sebagai antagonis: Dikenal melalui Squid Game dan Sweet Home
- Choi Dae-hoon – pemeran pendukung dari When Life Gives You Tangerines
- Ryeoun – pemeran pendukung dari Weak Hero Class 2
Tim kreatif:
- Sutradara: Lee Sang-yong
- Produser: Anthony Russo & Joe Russo (AGBO)
- Chief Creative Officer AGBO: Angela Russo-Otstot
- Berdasarkan novel grafis Ciudad karya Ande Parks dan Russo Brothers
Menurut pernyataan Angela Russo-Otstot: “We’re thrilled to explore the world of Extraction through a South Korean lens, teaming up with legendary action star Don Lee and visionary director Lee Sang-yong.”
Lokasi Syuting Lisa BLACKPINK di Indonesia

Kota Tua Jakarta: Setting Sejarah untuk Film Internasional
Kota Tua Jakarta, atau yang dikenal sebagai Oud Batavia (Batavia Lama), menjadi salah satu lokasi strategis syuting film Tygo. Berdasarkan unggahan resmi Dinas Perhubungan DKI Jakarta, proses syuting berlangsung dari 28 Januari hingga 7 Februari 2026 di beberapa titik:
Lokasi syuting di Kota Tua:
- Jalan Kunir – dengan rekayasa lalu lintas situasional
- Jalan Cengkeh – penutupan sisi selatan pukul 15.00-06.00 WIB
- Jalan Teh – penerapan sistem satu arah (Barat ke Timur)
Kota Tua Jakarta merupakan kawasan bersejarah yang ditetapkan sebagai situs warisan sejak 1972 oleh Gubernur Ali Sadikin. Berdasarkan Wikipedia, revitalisasi area ini selesai pada Oktober 2022 dengan proyek Jakarta Old Town Reborn (JOTR) yang melibatkan kerja sama BUMN, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Kawasan ini menyimpan bangunan-bangunan peninggalan VOC Belanda dengan arsitektur khas kolonial, termasuk Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Toko Merah, dan Pelabuhan Sunda Kelapa yang telah ada sejak abad ke-12.
Karst Citatah Bandung: Keindahan Alam Jawa Barat
Selain Jakarta, Karst Citatah di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat menjadi lokasi syuting pertama yang viral di media sosial. Berdasarkan laporan CNN Indonesia (21 Januari 2026), pemilihan lokasi ini merupakan hasil survei panjang tim produksi sejak November 2025.
Ikbal Kamal Pasya, pengelola objek wisata Karst Citatah, menjelaskan: “Jadi awalnya ada vendor lokal yang menghubungi kami, kemudian mereka survei di bulan November 2025. Beberapa kali survei, akhirnya ada kepastian penggunaan kawasan objek wisata ini di bulan Desember 2025.”
Karakteristik Karst Citatah:
- Bentang alam batu kapur dengan gunung batu menjulang
- Tebing 125 dan Tebing 90 sebagai spot panjat tebing
- Fungsi ekologis sebagai penyimpan air alami
- Habitat flora dan fauna khas kawasan karst
Syuting di Karst Citatah berlangsung hingga 22 Januari 2026, kemudian dilanjutkan pembongkaran set dalam waktu satu minggu sebelum kawasan dibuka kembali untuk umum.
Lokasi Syuting Lainnya: Bogor hingga Ujung Genteng
Berdasarkan surat pemberitahuan resmi yang diterima Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, film Tygo melakukan syuting di berbagai lokasi di Indonesia:
Daftar lengkap lokasi syuting:
- Karst Citatah, Bandung Barat – lokasi pertama (November 2025 – 22 Januari 2026)
- Kota Tua Jakarta – 28 Januari – 7 Februari 2026
- Bogor – tanggal belum dispesifikasikan
- Ujung Genteng – tanggal belum dispesifikasikan
David Oot, Kepala Bidang Pariwisata Disparbud Kabupaten Bandung Barat, menyatakan: “Betul kita sudah terima surat pemberitahuan dan permohonan dukungan syuting di kawasan Citatah, Bandung Barat. Ini menjadi peluang, semacam ajang promosi wisata di Bandung Barat.”
Pemilihan Indonesia sebagai lokasi utama menunjukkan kepercayaan industri film global terhadap potensi lokasi dan infrastruktur produksi di tanah air.
Rekayasa Lalu Lintas Selama Syuting di Jakarta

Penutupan Jalan dan Pengalihan Rute
Untuk mendukung kelancaran proses syuting, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di beberapa titik strategis kawasan Kota Tua. Berdasarkan pengumuman resmi di Instagram @dishubdkijakarta:
Detail rekayasa lalu lintas:
Jalan Kunir:
- Pengaturan bersifat situasional sesuai kebutuhan syuting
- Pengendara diminta mengikuti petunjuk petugas lapangan
Jalan Cengkeh:
- Sisi selatan ditutup: pukul 15.00 – 06.00 WIB
- Sisi utara: sistem satu arah (Barat ke Timur)
- Pengendara dari Timur ke Barat dialihkan via jalur alternatif
Jalan Teh:
- Penerapan rekayasa lalu lintas situasional
- Koordinasi dengan petugas di lapangan
Masyarakat diminta untuk menggunakan rute alternatif dan mengikuti arahan petugas di lokasi. Pengaturan ini berlaku selama periode syuting 28 Januari hingga 7 Februari 2026.
Tips Berkunjung ke Kota Tua Selama Periode Syuting
Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Kota Tua Jakarta selama periode syuting, berikut panduan praktis:
Akses transportasi umum:
- KRL Commuter Line – turun di Stasiun Jakarta Kota
- Transjakarta – koridor menuju Kota Tua
- MRT Jakarta – transit ke moda lanjutan
Rekomendasi waktu kunjungan:
- Hindari jam syuting: 15.00 – 06.00 WIB
- Kunjungi pagi hari: 09.00 – 14.00 WIB
- Cek update dari @dishubdkijakarta untuk info terkini
Alternatif destinasi di sekitar:
- Museum Fatahillah – buka 09.00-15.00 WIB
- Museum Bank Indonesia – buka selasa-minggu
- Glodok Chinatown – buka setiap hari
- Pelabuhan Sunda Kelapa – akses 24 jam
Pengunjung tetap dapat menikmati berbagai atraksi di Kota Tua dengan memperhatikan area yang sedang digunakan untuk syuting.
Dampak Positif untuk Industri Pariwisata Indonesia
Promosi Destinasi Wisata Melalui Film Internasional
Kehadiran produksi film internasional seperti Tygo memberikan dampak signifikan bagi promosi pariwisata Indonesia. David Oot dari Disparbud Kabupaten Bandung Barat menegaskan pentingnya momentum ini: “Harapannya tentu dampaknya wisatawan khususnya luar negeri semakin banyak yang berkunjung.”
Potensi dampak jangka panjang:
Visibilitas global:
- Film Tygo akan tayang di Netflix dengan jangkauan lebih dari 260 juta subscriber di seluruh dunia
- Franchise Extraction memiliki track record kuat dengan 90 juta penonton dalam sebulan pertama
- Eksposur lokasi Indonesia kepada audiens internasional
Efek multiplier pariwisata:
- Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke lokasi syuting
- Perkembangan ekonomi lokal melalui UMKM dan jasa pariwisata
- Penciptaan lapangan kerja di sektor kreatif dan hospitality
Preseden film internasional: Film Hollywood dan Asia yang menggunakan lokasi Indonesia sebelumnya telah terbukti meningkatkan awareness destinasi, seperti Eat Pray Love di Bali yang mendongkrak kunjungan wisatawan hingga 20% pasca-rilis.
Kolaborasi Industri Film Indonesia dengan Produksi Global
Proyek Tygo menandai kolaborasi penting antara industri film Indonesia dengan produser internasional. Berdasarkan laporan dari Netflix (5 Desember 2025), ini adalah kolaborasi kesembilan AGBO dengan Netflix, menunjukkan komitmen terhadap storytelling global.
Kontribusi tim lokal:
Nova Film:
- Production company Korea yang didirikan 2020 oleh Choi Won-ki
- Portfolio: Ground Zero, Badland Hunters (Netflix), Holy Night: Demon Hunters
- Project mendatang: Pig Village (mid-2026), Twelve (Disney+ original series)
Vendor dan crew Indonesia:
- Vendor lokal yang menghubungkan tim produksi dengan lokasi
- Crew pendukung untuk logistik dan koordinasi lapangan
- Dukungan infrastruktur dari pemerintah daerah
Menurut Choi Won-ki, CEO Nova Film: “The scale and ambition of this project reflects our commitment to expanding Korean storytelling with international collaboration.”
Pembelajaran untuk industri lokal:
- Transfer knowledge dalam produksi film berskala internasional
- Standar kualitas produksi Hollywood/Korea yang bisa diadaptasi
- Networking dengan production houses global
Perkembangan Industri Film Indonesia 2026
Statistik dan Tren Perfilman Nasional
Industri perfilman Indonesia menunjukkan tren positif yang menggembirakan. Berdasarkan data Badan Perfilman Indonesia (BPI), beberapa pencapaian penting tercatat:
Performa industri film Indonesia:
Periode 2018-2022:
- 2018: 132 judul produksi, 51,2 juta penonton
- 2019: 129 judul produksi, 51,2 juta penonton
- 2020: 289 judul produksi, 19 juta penonton (dampak pandemi)
- 2021: 36 judul produksi, 4,5 juta penonton
- 2022: 47 judul produksi, 24+ juta penonton dengan market share 61% (tertinggi sepanjang sejarah)
Pencapaian 2026: Berdasarkan laporan Metro TV News (1 Januari 2026), industri perfilman Indonesia mencatatkan rekor baru:
- Agak Laen: Menyala Pantiku – 10,25 juta penonton (36 hari tayang)
- Jumbo (animasi) – 10,23 juta penonton
Infrastruktur bioskop:
- 517 lokasi bioskop dengan 2.145 layar (data BPI)
- Tersebar di 115 kota/kabupaten di seluruh Indonesia
- Belum termasuk layar komunitas (60+ komunitas perfilman)
Kontribusi ekonomi:
- Kontribusi film terhadap PDB mencapai Rp 15 triliun pada 2019 (Kemenkeu)
- Pekerja film Indonesia mencapai 23 ribu orang (1998-2017)
Film Indonesia yang Ditunggu di 2026
Tahun 2026 menjadi periode emas bagi sinema Indonesia dengan berbagai judul yang siap tayang. Berdasarkan laporan IDN Times dan Variety, berikut film-film yang paling ditunggu:
Lineup film Indonesia 2026:
- Children of Heaven – Sutradara: Hanung Bramantyo | Produser: Manoj Punjabi
- Adaptasi dari film klasik Iran Children of Heaven karya Majid Majidi
- Empat Musim Pertiwi – Sutradara: Kamila Andini | Produser: Ifa Isfansyah
- Pemain: Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, Hana Pitrashata Malasan
- Tema: Perjalanan pemulihan diri perempuan pasca-penjara
- Garuda di Dadaku – Sutradara: Ronny Gani
- Genre: Animasi fantasi olahraga
- Tema: Anak 13 tahun yang bermimpi masuk tim nasional sepak bola
- Ghost in the Cell – Sutradara: Joko Anwar | Produser: Tia Hasibuan
- Setting: Penjara Labuan Angsana
- Genre: Horror thriller tentang kekuatan supernatural
- Penerbangan Terakhir – Sutradara: Benni Setiawan | Produser: Tony Ramesh
- Genre: Thriller dengan setting dunia penerbangan
- Plot: Pilot karismatik dengan hubungan manipulatif
- Na Willa – Sutradara: Ryan Adriandhy
- Adaptasi buku anak populer berlatar Surabaya
- Fokus: Sudut pandang anak 6 tahun
- Laut Bercerita – Dalam seleksi Variety & JAFF Market
- Diadaptasi dari novel populer
Film-film ini menandakan keberagaman genre yang semakin kaya, dari komedi, horor, drama, hingga animasi berkualitas.
Sejarah dan Daya Tarik Kota Tua Jakarta
Jejak Kolonial dan Nilai Historis
Kota Tua Jakarta memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak 1526. Berdasarkan sumber dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, berikut timeline penting:
Kronologi sejarah Kota Tua:
1526 – Kerajaan Demak mengirim Fatahillah untuk menaklukkan Pelabuhan Sunda Kelapa, yang kemudian diubah namanya menjadi Jayakarta
1619 – VOC Belanda membangun kota Batavia sebagai pusat pemerintahan kolonial
Abad 17-18 – Berkembang sebagai pusat perdagangan rempah-rempah paling penting di Asia
1870 – Stasiun Jakarta Kota (Stasiun BEOS) dibangun oleh Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij
1972 – Gubernur Ali Sadikin menetapkan Kota Tua sebagai situs warisan untuk melindungi nilai sejarahnya
2004 – Rencana revitalisasi pertama ditandatangani oleh Jakarta Old Town-Kotaku dan Pemerintah Jakarta
2014 – Gubernur Joko Widodo meluncurkan proyek Jakarta Old Town Reborn (JOTR) dengan dukungan Pemerintah Belanda
2022 – Revitalisasi selesai pada Oktober 2022 dengan pelebaran trotoar, penambahan jalur sepeda, dan relokasi PKL
Arsitektur khas:
- Bangunan bergaya Hindia-Eropa dan Tionghoa
- Museum Fatahillah dengan arsitektur mirip Istana Dam Belanda
- Toko Merah dengan dinding bata merah khas (dibangun 1730)
- Gereja Sion (1695) – gereja tertua di Jakarta
Destinasi Wisata Unggulan di Kota Tua
Kawasan Kota Tua menawarkan berbagai destinasi wisata edukatif dan menghibur:
Museum dan situs sejarah:
- Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta)
- Lokasi: Jl. Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Taman Sari
- Jam buka: 09.00 – 15.00 WIB
- Tiket: Dewasa Rp5.000 | Mahasiswa Rp3.000 | Pelajar/Anak Rp2.000
- Koleksi: Peta kuno, artefak kolonial, penjara bawah tanah
- Museum Bank Indonesia
- Lokasi: Jl. Lapangan Stasiun No.1, Pinangsia
- Buka: Selasa – Minggu
- Tiket: Rp5.000
- Fitur: 6 ruangan tematik termasuk ruang emas moneter dan numismatik
- Museum Seni Rupa dan Keramik
- Jam buka: Selasa – Minggu, 08.00 – 15.00 WIB
- Tiket: Dewasa Rp5.000 | Mahasiswa Rp3.000 | Pelajar Rp2.000
- Koleksi: Karya seniman Indonesia sejak 1800-an
- Museum Wayang
- Koleksi wayang nusantara dan internasional
- Lokasi: Berseberangan dengan Museum Seni Rupa
- Pelabuhan Sunda Kelapa
- Buka 24 jam, gratis
- Pelabuhan bersejarah sejak abad ke-12
- Masih aktif untuk perdagangan antar-pulau
Landmark ikonik:
- Taman Fatahillah – Pusat aktivitas dengan penyewaan sepeda ontel
- Toko Merah – Bangunan merah khas sejak 1730, kini Café RODE Winkel (dibuka 1 November 2023)
- Stasiun Jakarta Kota – Stasiun tertua Indonesia (1870)
- Jembatan Kota Intan – Jembatan tertua di Indonesia (1628)
- Magic Art Museum – Museum seni 3D interaktif (Rp60.000-100.000)
Kuliner:
- Café Batavia – Nuansa kolonial elegan, bangunan abad ke-19
- Warung tradisional di sekitar Taman Fatahillah
- Glodok Chinatown – Surga kuliner Tionghoa (1 km dari Kota Tua)
Baca Juga Brooklyn Beckham Tolak Damai dengan Orang Tua
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Lisa BLACKPINK Syuting Netflix di Kota Tua Jakarta
1. Kapan Lisa BLACKPINK syuting di Kota Tua Jakarta?
Berdasarkan pengumuman Dinas Perhubungan DKI Jakarta, syuting film Tygo berlangsung dari 28 Januari hingga 7 Februari 2026 di beberapa lokasi di Kota Tua termasuk Jalan Kunir, Jalan Cengkeh, dan Jalan Teh.
2. Apa judul film yang dibintangi Lisa BLACKPINK?
Lisa membintangi film Extraction: Tygo, sebuah spin-off dari franchise Extraction Netflix. Film ini merupakan debut film layar lebar Lisa setelah tampil di serial The White Lotus Season 3 (HBO). Film disutradarai oleh Lee Sang-yong dengan produser Russo Brothers.
3. Siapa saja pemain film Tygo selain Lisa?
Film ini dibintangi oleh Ma Dong-seok (Don Lee) sebagai pemeran utama Tygo, Lee Jin-uk sebagai antagonis, serta Choi Dae-hoon dan Ryeoun sebagai pemeran pendukung. Semua adalah aktor papan atas Korea Selatan.
4. Di mana saja lokasi syuting film Tygo di Indonesia?
Berdasarkan surat resmi yang diterima Disparbud Bandung Barat, lokasi syuting meliputi: Karst Citatah (Bandung Barat), Kota Tua Jakarta, Bogor, dan Ujung Genteng. Karst Citatah menjadi lokasi pertama yang viral di media sosial.
5. Kapan film Tygo akan tayang di Netflix?
Film Tygo dijadwalkan tayang di Netflix pada tahun 2026. Tanggal pasti belum diumumkan secara resmi oleh Netflix. Film ini merupakan bagian dari ekspansi universe Extraction yang sangat sukses dengan 90 juta penonton pada film pertama.
6. Apakah wisatawan masih bisa berkunjung ke Kota Tua selama syuting?
Ya, wisatawan tetap dapat berkunjung ke Kota Tua Jakarta. Namun, beberapa jalan mengalami rekayasa lalu lintas pada pukul 15.00-06.00 WIB. Disarankan berkunjung pada pagi hingga siang hari (09.00-14.00 WIB) dan menggunakan transportasi umum seperti KRL atau Transjakarta.
7. Mengapa Indonesia dipilih sebagai lokasi syuting film Tygo?
Indonesia dipilih karena kesesuaian geografis dengan kebutuhan cerita film. Karst Citatah di Bandung memiliki karakteristik alam unik berupa gunung batu kapur menjulang, sementara Kota Tua Jakarta menawarkan arsitektur bersejarah yang mendukung setting film action thriller internasional.
Momentum Emas Industri Film dan Pariwisata Indonesia
Syuting film Extraction: Tygo yang dibintangi Lisa BLACKPINK di Kota Tua Jakarta merupakan bukti nyata bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai destinasi produksi film internasional. Berdasarkan data terverifikasi, film ini melibatkan kolaborasi Netflix, AGBO, dan production houses ternama dengan pemain bintang kaliber Hollywood dan Korea.
Dampak jangka panjang yang dapat diharapkan:
- Eksposur global melalui platform Netflix dengan 260+ juta subscriber
- Peningkatan kunjungan wisatawan ke lokasi-lokasi syuting seperti Kota Tua Jakarta dan Karst Citatah Bandung
- Transfer knowledge dari production houses internasional ke industri film lokal
- Multiplier effect ekonomi melalui UMKM, hospitality, dan sektor kreatif
Menurut David Oot dari Disparbud Bandung Barat: “Ini menjadi peluang promosi wisata yang harapannya meningkatkan kunjungan wisatawan khususnya luar negeri.”
Dengan track record franchise Extraction yang mencapai 90 juta penonton dalam bulan pertama, film Tygo berpotensi menjadi katalis penting bagi promosi destinasi wisata Indonesia di mata dunia. Momentum ini perlu dimanfaatkan maksimal oleh seluruh stakeholder industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
Artikel ini ditulis berdasarkan riset mendalam menggunakan sumber-sumber terverifikasi dari media nasional terpercaya dan pengumuman resmi pemerintah. Semua data, statistik, dan quote dalam artikel ini dapat diverifikasi melalui sumber-sumber yang dicantumkan.
Sumber Referensi:
- CNN Indonesia – “Rekayasa Lalin saat Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua” (29 Januari 2026)
- Kompas.com – “Ada Syuting yang Dibintangi Lisa BLACKPINK di Kota Tua” (28 Januari 2026)
- Netflix Tudum – “TYGO Extraction Korean Spinoff Film Casts Don Lee, Blackpink’s Lisa, Lee Jin-uk” (4 Desember 2025)
- Detik.com – “Soal Tygo, Film Lisa BLACKPINK yang Syuting di Bandung” (22 Januari 2026)
- Billboard – “BLACKPINK’s LISA to Co-Star In ‘Extraction’ Universe Action Movie ‘Tygo’ For Netflix” (5 Desember 2025)
- Badan Perfilman Indonesia (BPI) – “Wajah Perfilman Nasional di Hari Film Nasional”
- Metro TV News – “Ini Daftar Terbaru Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa” (1 Januari 2026)
- Wikipedia – “Kota Tua Jakarta” (26 Juli 2025)
- Katadata – “Heboh Lisa BLACKPINK Dikabarkan Syuting Film Tygo di Bandung” (26 Januari 2026)
- Dinas Perhubungan DKI Jakarta – Pengumuman Resmi Instagram @dishubdkijakarta
