Olivia Dean Raih Best New Artist di Grammy 2026
Olivia Dean raih Best New Artist di Grammy 2026 pada 1 Februari 2026 di Crypto.com Arena, Los Angeles, menjadi wanita kesembilan berturut-turut yang memenangkan kategori ini dan penyanyi solo wanita Britania pertama sejak Dua Lipa pada 2019, menurut Wikipedia (2026).
Jawaban Langsung: Olivia Dean memenangkan Grammy Award untuk Best New Artist pada 68th Annual Grammy Awards yang diselenggarakan 1 Februari 2026. Dean mengalahkan tujuh nominator lain—KATSEYE, The Marías, Addison Rae, sombr, Leon Thomas, Alex Warren, dan Lola Young—berkat kesuksesan album keduanya The Art of Loving yang tetap berada di top 5 chart dan single hit “Man I Need” (Sumber: NPR, 2026).
Kemenangan ini terjadi setelah album The Art of Loving debut di posisi #1 di lima negara (Australia, Irlandia, Belanda, Selandia Baru, dan Inggris) dan “Man I Need” mencapai #5 di Billboard Hot 100. Dean menjadi artis solo wanita Britania pertama yang menduduki puncak tangga album dan single UK secara bersamaan sejak 2021 (Sumber: Wikipedia, 2026).
Dalam pidato penerimaannya yang disiarkan langsung di CBS, Dean menyatakan: “I want to say I’m up here as a granddaughter of an immigrant. I’m a product of bravery, and I think those people deserve to be celebrated.” Acara Grammy 2026 dipandu oleh Trevor Noah untuk tahun keenam dan terakhir kalinya (Sumber: Wikipedia, 2026).
Fakta Kunci Grammy 2026 Best New Artist

Detail Acara 68th Annual Grammy Awards:
- Tanggal: 1 Februari 2026
- Lokasi: Crypto.com Arena, Los Angeles
- Host: Trevor Noah (tahun keenam dan terakhir)
- Broadcast: CBS dan Paramount+
- Waktu tayang: 8:00 PM – 11:30 PM Eastern Time
Pemenang Best New Artist 2026: Olivia Dean menjadi wanita kesembilan berturut-turut yang memenangkan kategori Best New Artist Grammy, melanjutkan tren kemenangan artis wanita yang dimulai sejak Alessia Cara (2018). Dean adalah penyanyi solo wanita Britania pertama yang meraih penghargaan ini sejak Dua Lipa pada 2019 (Sumber: Wikipedia, 2026).
Nominasi Best New Artist Grammy 2026:
- Olivia Dean (PEMENANG) – Britania, neo-soul/pop
- KATSEYE – Girl group internasional (K-pop style)
- The Marías – Dream pop/psychedelic soul, Amerika
- Addison Rae – Pop/dance
- sombr – Artis alternatif eksperimental
- Leon Thomas – R&B/soul kontemporer
- Alex Warren – Singer-songwriter pop
- Lola Young – Pop Britania (sesama BRIT School)
Menurut NPR (2026), Dean adalah pemenang yang jelas karena memiliki momentum komersial terkuat di antara semua nominator—album The Art of Loving masih berada di top 5 chart pada saat acara berlangsung, dan musiknya “might as well have been bred in a laboratory to win Grammys.”
Latar Belakang Olivia Dean: Dari London ke Panggung Grammy

Olivia Lauryn Dean lahir pada 14 Maret 1999 di London Borough of Haringey dari seorang ibu Jamaika-Guyana dan ayah Inggris (Sumber: Wikipedia, 2026). Nama tengahnya, Lauryn, merupakan penghormatan kepada Lauryn Hill, ikon hip-hop dan soul yang juga memenangkan Best New Artist Grammy pada tahun 1999.
Dean memulai menulis lagu pada usia 16 tahun, mengajarkan diri sendiri bermain gitar dan piano. Pada usia 17 tahun, ia tampil di jalanan South Bank, London, hampir tidak menghasilkan cukup uang untuk makan malam. Namun, penampilan di konser kelulusannya menarik perhatian Emily Braham dari Yo&Co, yang kemudian menjadi manajernya.
Pendidikan formal Dean di BRIT School—sekolah seni pertunjukan yang sama yang menghasilkan Adele, Amy Winehouse, dan Jessie J—menjadi fondasi penting. Dean menempuh perjalanan 3 jam pulang pergi setiap hari ke sekolah tersebut (Sumber: MelodyFlare, 2025), menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap musiknya sejak remaja.
Milestone Karir Awal:
- 2017: Debut panggung besar sebagai backing vocalist Rudimental di Sziget Festival, Hungaria, di depan 16.000 penonton
- 2018: Merilis single debut “Reason to Stay” secara independen
- 2019: Menandatangani kontrak dengan AMF Records dan Virgin EMI Records
- 2021: Dinobatkan sebagai Breakthrough Artist of the Year oleh Amazon Music
Album The Art of Loving: Kunci Kesuksesan Grammy 2026

Olivia Dean raih Best New Artist di Grammy 2026 sangat berkaitan dengan kesuksesan fenomenal album keduanya, The Art of Loving, yang dirilis pada 26 September 2025.
Performa Chart Terverifikasi:
#1 Debut di 5 Negara:
- Australia (7 minggu non-konsekutif di #1)
- Irlandia
- Belanda
- Selandia Baru (8 minggu non-konsekutif di #1)
- Inggris (3 kali terpisah mencapai #1)
Amerika Serikat (Billboard):
- Debut: #8 Billboard 200 (43.000 unit ekuivalen album)
- Peak position: #4 (Januari 2026)
- Sertifikasi: Gold RIAA – 4 Februari 2026 (500.000 unit)
Inggris:
- Triple crown: #1 di UK Albums Chart
- 217.000+ unit terjual (per Desember 2025)
- BBC Radio 1: “Man I Need” dinobatkan Biggest Song of 2025
Prestasi Historis: Dean menjadi artis solo wanita Britania pertama yang menduduki puncak tangga album UK dan single UK secara bersamaan sejak 2021. Di Australia, Dean menjadi artis wanita solo kesembilan yang mencapai #1 pada tahun 2025 (Sumber: Wikipedia, 2026).
Proses Produksi:
Album ini direkam selama delapan minggu di sebuah rumah besar di East London yang diubah menjadi studio live-work antara Maret dan April 2025. Dean bekerja sama dengan tim produser berpengalaman termasuk Julian Bunetta, Matt Hales, Leon Michels, John Ryan, Amy Allen, dan Sir Nolan (Sumber: Wikipedia, 2026).
Single-Single Unggulan dari Album
“Man I Need” – Single Terbesar:
Chart Performance Terverifikasi:
- UK Singles Chart: #1
- Billboard Hot 100: #5 (debut pertama Dean di chart ini, entry pertama di #82)
- Billboard Global 200: #9
- ARIA Singles Chart (Australia): #1 selama 5 minggu berturut-turut
BBC Radio 1 secara resmi menamai “Man I Need” sebagai Biggest Song of 2025, mengakui dominasi lagu ini di radio dan streaming sepanjang tahun (Sumber: Wikipedia, 2026).
Prestasi Historis UK Singles Chart: Tiga lagu dari album The Art of Loving—”Man I Need,” “So Easy (to Fall in Love),” dan “Nice to Each Other”—ditambah kolaborasi dengan Sam Fender “Rein Me In” secara bersamaan berada di UK Top 10 singles. Dean menjadi artis solo wanita pertama dalam sejarah yang mencapai prestasi empat lagu di UK Top 10 secara bersamaan (Sumber: Britannica, 2026).
Analisis Kritikus: Menurut NPR (2026), “Man I Need” adalah lagu yang “would have won Grammys in 1976, 1986, 1996, 2006,” menunjukkan daya tarik lintas generasi dari pendekatan neo-soul Dean yang timeless.
Perjalanan Menuju Grammy: Konsistensi dan Kesabaran

Olivia Dean raih Best New Artist di Grammy 2026 bukanlah kesuksesan instan. NPR (2026) mencatat bahwa perjalanannya mencerminkan nilai kesabaran yang langka dalam industri musik modern.
Timeline Karir Terverifikasi:
2020-2021: Membangun Fondasi
- Selama lockdown COVID-19, Dean fokus pada media sosial dan menulis lagu
- Tour “From Me to You” (Agustus 2020) dengan truk kuning, beberapa show hanya dihadiri 5-10 orang
- EP Growth (Juli 2021) mendapat streaming bagus tapi belum menciptakan fanbase dedicated
- Cover “The Christmas Song” (November 2021) mencapai #19 UK Singles Chart
2023: Debut Album Messy
- Rilis 30 Juni 2023, mencapai #4 UK Albums Chart
- Nominasi Mercury Prize
- Tiga nominasi BRIT Awards 2024: Best New Artist, Best Pop Act, British Artist of the Year
- Sertifikasi BPI: Silver
- BBC Music Introducing Artist of the Year (November 2023)
2024-2025: Breakthrough Global
- Tampil di Glastonbury Festival 2024 (impian masa kecil yang terwujud)
- Rilis The Art of Loving (September 2025)
- Chart double di UK (album dan single #1 bersamaan)
- Tour dukungan dengan Sabrina Carpenter
- Debut Saturday Night Live (November 2025)
- Nominasi Grammy Best New Artist (Desember 2025)
2026: Puncak Kesuksesan
- Grammy Award Best New Artist (1 Februari 2026)
- Album tetap dominan di berbagai chart global
- The Art of Loving Live 2026 tour terjadwal (April-Oktober 2026)
Highlight Grammy Awards 2026
Pemenang Utama Grammy 2026:
- Album of the Year: Bad Bunny – DeBÍ TiRAR MáS FOToS (album berbahasa Spanyol pertama yang memenangkan kategori ini)
- Record of the Year: Kendrick Lamar ft. SZA – “luther” (kemenangan berturut-turut kedua Lamar di kategori ini)
- Song of the Year: Billie Eilish – “WILDFLOWER” (ketiga kalinya memenangkan kategori ini, rekor terbanyak)
- Best New Artist: Olivia Dean
Kendrick Lamar: Artis Hip-Hop Paling Berpenghargaan: Kendrick Lamar memenangkan lima Grammy di malam itu, menjadi pemenang terbanyak untuk tahun kedua berturut-turut. Dengan kemenangan ini, Lamar melampaui Jay-Z sebagai artis hip-hop paling berpenghargaan dalam sejarah Grammy Awards (Sumber: Wikipedia, 2026).
Momen Bersejarah Grammy 2026:
- First K-pop song Grammy winner: “Golden” dari KPop Demon Hunters (Best Song Written For Visual Media)
- Steven Spielberg mencapai EGOT status dengan memenangkan Best Music Film untuk Music by John Williams
- Bad Bunny membuat sejarah sebagai album berbahasa Spanyol pertama yang memenangkan Album of the Year
- Tyler, The Creator dan Zach Top memenangkan kategori Grammy baru: Best Album Cover dan Best Traditional Country Album
Kompetisi Grammy Best New Artist 2026
Telecast Grammy 2026 menampilkan medley khusus yang menggabungkan delapan nominator Best New Artist, memberikan setiap artis ruang untuk bernafas dan menampilkan keunikan mereka. Menurut NPR (2026), dari performans KATSEYE yang berani dengan “Gnarly” hingga tradisionalisme soulful “Man I Need” dari Olivia Dean, kelas 2026 menunjukkan penguasaan berbagai gaya yang patut ditiru.
Analisis Kompetisi: NPR (2026) mencatat bahwa tidak pernah ada banyak keraguan bahwa ini adalah kategori Dean untuk kalah: “She’s got the most commercial momentum of them all — The Art of Loving is still in the top 5 on the charts — and she might as well have been bred in a laboratory to win Grammys. Listen to ‘Man I Need’ and you’ll hear a song that would have won Grammys in 1976, 1986, 1996, 2006.”
Presenter: Penghargaan Best New Artist dipresentasikan oleh Chappell Roan, pemenang Best New Artist 2025, mengikuti tradisi baru di mana pemenang tahun sebelumnya mempresentasikan penghargaan tahun berikutnya (Sumber: Grammy.com, 2026).
Para Nominator Best New Artist 2026:
- Olivia Dean (PEMENANG) – Neo-soul/pop Britania
- KATSEYE – Girl group K-pop/pop internasional
- The Marías – Dream pop/psychedelic soul Amerika
- Addison Rae – Pop/dance dari influencer ke penyanyi
- sombr – Artis alternatif eksperimental
- Leon Thomas – R&B/soul kontemporer
- Alex Warren – Singer-songwriter pop
- Lola Young – Pop Britania (sesama alumni BRIT School)
Grammy.com (2026) menyebut koleksi nominator ini sebagai “solid assortment” yang menunjukkan keberagaman genre dan latar belakang dalam musik kontemporer. Acara telecast memberikan bonus poin untuk menggabungkan semua delapan nominator dalam satu medley yang memberikan ruang yang cukup bagi masing-masing untuk menampilkan keunikan mereka.
Makna Kemenangan Grammy untuk Musik Britania
Olivia Dean raih Best New Artist di Grammy 2026 memiliki signifikansi historis untuk industri musik Britania. Dean menjadi penyanyi solo wanita Britania pertama yang memenangkan penghargaan sejak Dua Lipa pada 2019, dan hanya yang kelima di abad ke-21 (Sumber: Wikipedia, 2026).
Pemenang Best New Artist Grammy dari Britania (Abad 21):
- Amy Winehouse – 2008
- Adele – 2009
- Sam Smith – 2015
- Dua Lipa – 2019
- Olivia Dean – 2026
Tren Kemenangan Wanita: Dean menjadi wanita kesembilan berturut-turut yang memenangkan Best New Artist Grammy, melanjutkan tren yang dimulai sejak Alessia Cara pada 2018. Ini menandai periode dominasi artis wanita terpanjang dalam sejarah kategori ini (Sumber: Wikipedia, 2026).
Konteks Musik Britania Kontemporer:
Kemenangan ini terjadi di tengah kebangkitan artis-artis Britania di kancah global. Dean merupakan bagian dari ekosistem musik UK yang kuat, termasuk kolaborasinya dengan Sam Fender dalam lagu “Rein Me In” yang juga masuk UK Top 10 singles secara bersamaan dengan tiga lagu solo Dean lainnya.
Sebagai artis mixed-race dengan warisan Jamaika-Guyana, Dean membawa suara yang mencerminkan keberagaman Britania modern. Dalam pidato penerimaannya yang disiarkan CBS, Dean tidak hanya merayakan kemenangannya sendiri tetapi juga mengakui warisan keluarganya: “I want to say I’m up here as a granddaughter of an immigrant. I’m a product of bravery, and I think those people deserve to be celebrated.”
Pernyataan ini mendapat resonansi khusus mengingat neneknya adalah bagian dari “Windrush generation”—gelombang imigran Karibia yang tiba di Inggris pasca-Perang Dunia II dan membentuk lanskap budaya Britania kontemporer.
Gaya Musik dan Pengaruh Artistik Olivia Dean
Musik Olivia Dean adalah perpaduan unik yang menghormati tradisi sambil tetap terasa kontemporer. Dean menggabungkan elemen pop, jazz, dan R&B untuk menciptakan anthem catchy tentang patah hati dan cinta (Sumber: Britannica, 2026).
Pengaruh Musikal Utama:
- Lauryn Hill: Inspirasi nama tengah dan pendekatan emosional terhadap musik
- Amy Winehouse: Keaslian dan kedalaman soul dalam pop Britania
- Carole King: Kemampuan songwriting dan kejujuran lirik
- Aretha Franklin: Kekuatan vokal dan delivery yang penuh perasaan
- Jill Scott & Angie Stone: Neo-soul kontemporer dari ibunya
- Al Green & Motown: Fondasi soul klasik dari ayahnya
Karakteristik Musik Dean:
- Vokal: Suara dalam dan soulful dengan warmth yang khas
- Lirik: Autobiografi, jujur tentang pengalaman cinta dan patah hati
- Produksi: Perpaduan instrumentasi organik (piano, strings) dengan elemen pop modern
- Tempo: Kebanyakan mid-tempo dengan groove yang easygoing
- Tema: Cinta dalam berbagai bentuknya—jatuh cinta, heartbreak, self-love, kemandirian
Dean menjelaskan filosofi kreatifnya: “I would never write a song if it wasn’t something that actually happened to me” (Sumber: E! Online, 2026). Pendekatan dokumenter ini membuat musiknya terasa autentik dan relatable.
Dampak Media Sosial dan Viral Moments
Kesuksesan Olivia Dean raih Best New Artist di Grammy 2026 tidak lepas dari strategi media sosial yang cerdas dan momen-momen viral organik.
TikTok & Social Media:
- “Man I Need” menjadi earworm viral di TikTok dan platform lain
- Video performance di Jazz Cafe (April 2021) menjadi viral selama lockdown
- Konten behind-the-scenes dari recording The Art of Loving
- Engagement autentik dengan fans
Strategi Digital:
- Fokus pada media sosial selama lockdown 2020
- Konten yang menunjukkan personalitas genuine
- Tidak mengikuti tren demi tren, tetapi tetap autentik
Streaming Performance: The Art of Loving meningkat 12% menjadi 23.4 juta streams dalam empat hari pertama tracking week—menjadikannya album pop Oktober 2025 yang sangat langka yang terus menemukan jalannya ke cahaya (Sumber: Billboard, 2025).
Apa Selanjutnya untuk Olivia Dean?
Setelah kemenangan Grammy pada 1 Februari 2026, Dean memiliki beberapa proyek yang telah dikonfirmasi:
The Art of Loving Live 2026 Tour (Dikonfirmasi): Tour dunia Dean terjadwal dimulai 23 April 2026 di Glasgow, Skotlandia, dan berakhir 17 Oktober 2026 di Auckland, Selandia Baru. Tour ini mencakup arena-arena besar di berbagai benua.
Proyeksi Masa Depan: NPR (2026) memprediksikan Dean akan menjadi pemain kuat di Grammy mendatang: “Dean will likely be a player in next year’s Grammys, as well: The Art of Loving came out shortly after the cutoff for 2026 Grammy eligibility, and it’s already yielded other chart hits.”
Album The Art of Loving dirilis setelah batas eligibilitas Grammy 2026, yang berarti karya-karya dari album ini masih memenuhi syarat untuk nominasi Grammy 2027. Dengan beberapa single yang masih berada di chart, Dean memiliki potensi nominasi di kategori lain seperti Best Pop Vocal Album atau kategori spesifik lagu.
Pelajaran dari Kesuksesan Olivia Dean
Olivia Dean raih Best New Artist di Grammy 2026 memberikan beberapa pelajaran berharga bagi artis yang sedang berkembang:
1. Kesabaran adalah Kunci Sedikit artis modern yang mewujudkan nilai kesabaran seperti Olivia Dean, yang kebangkitannya adalah pelajaran dalam membiarkan potensi berkembang di waktunya sendiri (Sumber: Billboard, 2026). Dari debut single 2018 hingga Grammy 2026—8 tahun perjalanan konsisten.
2. Keaslian Mengalahkan Tren Dean tidak pernah mengubah gayanya untuk mengikuti tren. Ia tetap setia pada neo-soul dan jazz-influenced pop bahkan ketika genre lain sedang dominan. Keaslian ini akhirnya menemukan audiensnya.
3. Fondasi yang Kuat
- Lima EP sebelum album pertama, menguji berbagai pendekatan
- Pengalaman panggung sejak dini (backing vocalist Rudimental)
- Pendidikan formal di BRIT School
- Kesediaan untuk “gagal” dan belajar (show dengan 5-10 penonton)
4. Kolaborasi yang Cerdas
- Bekerja dengan produser berpengalaman (Julian Bunetta, Matt Hales)
- Kolaborasi dengan artis established (Sam Fender)
- Tim manajemen yang percaya pada visi jangka panjang
5. Narrative yang Kuat Dean tidak hanya menjual musik, tetapi juga cerita—imigran, keberagaman, ketekunan, keaslian. Narrative ini resonates dengan audiens global.
Baca Juga Lisa BLACKPINK Syuting Netflix di Kota Tua Jakarta
Pertanyaan Umum: Olivia Dean Raih Best New Artist di Grammy 2026
Kapan Olivia Dean memenangkan Grammy Best New Artist?
Olivia Dean memenangkan Grammy Best New Artist pada 1 Februari 2026 di 68th Annual Grammy Awards yang diselenggarakan di Crypto.com Arena, Los Angeles. Acara disiarkan langsung di CBS dengan Trevor Noah sebagai host untuk tahun keenam dan terakhir kalinya (Sumber: Wikipedia, 2026).
Siapa saja yang dinominasikan bersama Olivia Dean?
Dean bersaing dengan tujuh nominator: KATSEYE, The Marías, Addison Rae, sombr, Leon Thomas, Alex Warren, dan Lola Young. Menurut NPR (2026), Dean memiliki momentum komersial terkuat dengan album The Art of Loving yang masih berada di top 5 chart saat acara berlangsung.
Apa album yang membuat Olivia Dean menang Grammy?
The Art of Loving (dirilis 26 September 2025) adalah album yang membuatnya memenangkan Grammy. Album ini debut #1 di lima negara dan menghasilkan “Man I Need” yang mencapai #5 Billboard Hot 100. Dean menjadi artis solo wanita Britania pertama dengan album dan single #1 UK bersamaan sejak 2021 (Sumber: Wikipedia, 2026).
Apakah Olivia Dean artis Britania pertama yang menang Best New Artist?
Tidak. Dean adalah penyanyi solo wanita Britania kelima yang memenangkan kategori ini di abad ke-21, setelah Amy Winehouse (2008), Adele (2009), Sam Smith (2015), dan Dua Lipa (2019). Dean juga wanita kesembilan berturut-turut yang memenangkan penghargaan ini (Sumber: Wikipedia, 2026).
Apa yang dikatakan Olivia Dean dalam pidato penerimaan Grammy?
Dean menyatakan: “I want to say I’m up here as a granddaughter of an immigrant. I’m a product of bravery, and I think those people deserve to be celebrated.” Pidato ini menekankan warisan keluarganya dari Windrush generation—imigran Karibia yang tiba di Inggris pasca-Perang Dunia II.
Berapa usia Olivia Dean saat memenangkan Grammy?
Dean berusia 26 tahun saat memenangkan Grammy pada Februari 2026. Ia lahir pada 14 Maret 1999 di London Borough of Haringey, Inggris (Sumber: Wikipedia, 2026).
Apa latar belakang keluarga Olivia Dean?
Dean memiliki heritage mixed-race dengan ayah Inggris dan ibu Jamaika-Guyana. Neneknya adalah bagian dari Windrush generation. Nama tengahnya “Lauryn” adalah penghormatan kepada Lauryn Hill, yang juga memenangkan Best New Artist Grammy pada tahun 1999 (Sumber: Wikipedia, 2026).
Siapa yang mempresentasikan penghargaan Best New Artist kepada Olivia Dean?
Chappell Roan, pemenang Best New Artist Grammy 2025, mempresentasikan penghargaan kepada Dean. Ini mengikuti tradisi baru di mana pemenang tahun sebelumnya mempresentasikan penghargaan tahun berikutnya (Sumber: Grammy.com, 2026).
Kesimpulan
Olivia Dean raih Best New Artist di Grammy 2026 pada 1 Februari 2026 di Crypto.com Arena, Los Angeles, menjadi penyanyi solo wanita Britania kelima yang memenangkan kategori ini di abad ke-21 dan wanita kesembilan berturut-turut yang meraih penghargaan. Kemenangan ini didukung oleh kesuksesan fenomenal album The Art of Loving yang debut #1 di lima negara dan single “Man I Need” yang dinobatkan BBC Radio 1 sebagai Biggest Song of 2025.
Dean mengalahkan tujuh nominator—KATSEYE, The Marías, Addison Rae, sombr, Leon Thomas, Alex Warren, dan Lola Young—berkat momentum komersial terkuat dengan album yang tetap berada di top 5 chart saat acara berlangsung. Menurut NPR (2026), musiknya “might as well have been bred in a laboratory to win Grammys,” menunjukkan daya tarik lintas generasi dari pendekatan neo-soul yang timeless.
Dalam pidato penerimaannya, Dean menyatakan: “I’m up here as a granddaughter of an immigrant. I’m a product of bravery, and I think those people deserve to be celebrated,” mengakui warisan Windrush generation yang membentuk identitasnya. Dengan tour dunia 2026 yang dimulai April dan prediksi NPR bahwa Dean “will likely be a player in next year’s Grammys,” perjalanan dari BRIT School hingga panggung Grammy ini baru permulaan dari karir yang menjanjikan.
Penulis: Tim Editorial Karachicelebrityescorts.com Kami adalah platform berita selebriti dunia yang menyajikan informasi terkini tentang musik, film, dan budaya pop global dengan standar jurnalistik tinggi dan verifikasi fakta yang ketat.
Referensi Terverifikasi:
- NPR – “Grammys 2026: 10 takeaways from a historic, chaotic night” (2 Februari 2026)
- NPR – “The complete list of 2026 Grammy winners and nominees” (1 Februari 2026)
- Wikipedia – “68th Annual Grammy Awards” (diakses 6 Februari 2026)
- Wikipedia – “Olivia Dean” (diakses 6 Februari 2026)
- Grammy.com – “2026 GRAMMYS Nominations: Best New Artist Nominees”
- Britannica – “Olivia Dean Biography”
- GMA Network – “Olivia Dean wins 2026 Grammy for Best New Artist” (3 Februari 2026)
- El-Balad – “Grammy winners 2026” (5 Februari 2026)
